Categories
Repository

STUDI PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP PEMANFAATAN TEKESRA DAN KUKESRA SEBAGAI WAHANA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

 

STUDI PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP
PEMANFAATAN TEKESRA DAN KUKESRA SEBAGAI WAHANA
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

Andi Sessu, Sessu

Dalam usaha mewujudkan peningkatan mutu sumber daya manusia, maka wahana keluarga atau rumah tangga sangat penting peranannya.
Kehadiran anak dalam keluarga disamping lebih besar proporsinya dalam total waktu sehari-hari, juga dari keluarga anak-anak akan memperoleh dana yang diperlukan untuk membiayai pendidikannya.
Pendidikan dalam keluarga serta motivasi dan dorongan orang tua, dan juga anggota rumahtangga lainnya baik dari saudara kandung maupun kerabat lainnya, sangat besar peranannya bagi kemajuan pendidikan anak.
Dihubungkan dengan biaya pendidikan anak, maka tingkat pendapatan dan atau tingkat kesejahteraan keluarga memiliki korelasi positif dengan kesempatan anak untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih. tinggi.
Secara umum biaya penyelenggaraan pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan tingkat harga umum dan kondisi perekonomian yang berlaku. Dalam kondisi resesi ekonomi dan harga-harga kebutuhan hidup meningkat, maka biaya penyelenggaraan pendidikan juga akan turut menjadi lebih mahal. Hal itu antara lain ditunjukkan oleh naiknya harga buku-buku pelajaran dan alat tuhs menulis lainnya.
Dengan naiknya biaya pendidikan, maka kondisi kesejahteraan keluarga yang akan memikul biaya pendidikan anak menjadi faktor penentu terhadap kesempatan anak untuk mendapatkan peluang mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan pada lembaga pendidikan yang juga berkualitas.

Dalam usaha mewujudkan peningkatan mutu sumber daya manusia, maka wahana keluarga atau rumah tangga sangat penting peranannya.
Kehadiran anak dalam keluarga disamping lebih besar proporsinya dalam total waktu sehari-hari, juga dari keluarga anak-anak akan memperoleh dana yang diperlukan untuk membiayai pendidikannya.
Pendidikan dalam keluarga serta motivasi dan dorongan orang tua, dan juga anggota rumahtangga lainnya baik dari saudara kandung maupun kerabat lainnya, sangat besar peranannya bagi kemajuan pendidikan anak.
Dihubungkan dengan biaya pendidikan anak, maka tingkat pendapatan dan atau tingkat kesejahteraan keluarga memiliki korelasi positif dengan kesempatan anak untuk mengikuti jenjang pendidikan yang lebih. tinggi.
Secara umum biaya penyelenggaraan pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan tingkat harga umum dan kondisi perekonomian yang berlaku. Dalam kondisi resesi ekonomi dan harga-harga kebutuhan hidup meningkat, maka biaya penyelenggaraan pendidikan juga akan turut menjadi lebih mahal. Hal itu antara lain ditunjukkan oleh naiknya harga buku-buku pelajaran dan alat tuhs menulis lainnya.
Dengan naiknya biaya pendidikan, maka kondisi kesejahteraan keluarga yang akan memikul biaya pendidikan anak menjadi faktor penentu terhadap kesempatan anak untuk mendapatkan peluang mengikuti jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan pada lembaga pendidikan yang juga berkualitas.

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI SULAWESI SELATAN

 

STRATEGI PENGENTASAN KEMISKINAN DI SULAWESI SELATAN

Andi Sessu, Sessu

Pertumbuhan penduduk merupakan masalah Intemasional dan masalah seluruh umat manusia. Kasusnya di Indonesia pertumbuhan penduduk yang masih tinggi, jika dibandingkan beberapa negara di dunia yang salah satu penyebabnya adalah karena
t
tingkat fertilitas masih tinggi dan tingkat mortalitas yang telah menurun karena peningkatan kualitas kesehatan.
Setiap pertambahan penduduk tidak saja merupakan tambahan pada faktor tenaga kerja yang diharapkan menunjang pembangunan nasional, akan tetapi juga merupakan beban bagi pemerintah jika pertambahan penduduk tersebut tidak diiringi dengan usaha meningkatkan kesempatan kerja dan menigkatkan kualitasnya baik fisik maupun nonfisik. Kalau pertambahan penduduk tetap meningkat setiap tahun tanpa diimbangi dengan peningkatan pembangunan yang diharapkan dapat mengantisipasi pertambahan penduduk tersebut maka jelas akan menimbulkan berbagai kepincangan pada berbagai aspek sosial ekonomi yang umumnya dialami oleh negara sedang berkembang.
Kesenjangan ekonomi dan sosial yang terjadi antar lapisan penduduk dalam suatu kelompok masyarakat pada hakikatnya bersumber dari masalah pengangguran dan kemiskinan yang terjadi pada kelompok masyarakat yang bersangkutan. Untuk itu, setiap upaya mengurangi tingkat kesenjangan masyarakat tidak terlepas dari upaya menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan itu sendiri. Sesuatu yang perlu diperhatikan adalah, bahwa konsep kemiskinan bukan dalam pengertian sempit seperti yang dianut oleh kaum neo-klasik mengartikan sebagai masalah ekonomi semata-mata. Kemiskinan adalah konsep yang cair, tidak pasti dan multidimensional (Muchtar, 2005). Kemiskinan harus dilihat dalam pengertian yang luas, yaitu mencakup dimensi ekonomi, sosial-budaya dan politik. Setiap kebijakan yang menekankan pada serangan langsung (direct attact) terhadap penyebab kemiskinan merupakan langkah tepat yang perlu mendapat dukungan, baik pada tingkat pemikiran akademik atau kebijakan praktis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, dan lapisan masyarakat miskin yang secara langsung terkena problem pada khususnya.

Pertumbuhan penduduk merupakan masalah Intemasional dan masalah seluruh umat manusia. Kasusnya di Indonesia pertumbuhan penduduk yang masih tinggi, jika dibandingkan beberapa negara di dunia yang salah satu penyebabnya adalah karena
t
tingkat fertilitas masih tinggi dan tingkat mortalitas yang telah menurun karena peningkatan kualitas kesehatan.
Setiap pertambahan penduduk tidak saja merupakan tambahan pada faktor tenaga kerja yang diharapkan menunjang pembangunan nasional, akan tetapi juga merupakan beban bagi pemerintah jika pertambahan penduduk tersebut tidak diiringi dengan usaha meningkatkan kesempatan kerja dan menigkatkan kualitasnya baik fisik maupun nonfisik. Kalau pertambahan penduduk tetap meningkat setiap tahun tanpa diimbangi dengan peningkatan pembangunan yang diharapkan dapat mengantisipasi pertambahan penduduk tersebut maka jelas akan menimbulkan berbagai kepincangan pada berbagai aspek sosial ekonomi yang umumnya dialami oleh negara sedang berkembang.
Kesenjangan ekonomi dan sosial yang terjadi antar lapisan penduduk dalam suatu kelompok masyarakat pada hakikatnya bersumber dari masalah pengangguran dan kemiskinan yang terjadi pada kelompok masyarakat yang bersangkutan. Untuk itu, setiap upaya mengurangi tingkat kesenjangan masyarakat tidak terlepas dari upaya menanggulangi masalah pengangguran dan kemiskinan itu sendiri. Sesuatu yang perlu diperhatikan adalah, bahwa konsep kemiskinan bukan dalam pengertian sempit seperti yang dianut oleh kaum neo-klasik mengartikan sebagai masalah ekonomi semata-mata. Kemiskinan adalah konsep yang cair, tidak pasti dan multidimensional (Muchtar, 2005). Kemiskinan harus dilihat dalam pengertian yang luas, yaitu mencakup dimensi ekonomi, sosial-budaya dan politik. Setiap kebijakan yang menekankan pada serangan langsung (direct attact) terhadap penyebab kemiskinan merupakan langkah tepat yang perlu mendapat dukungan, baik pada tingkat pemikiran akademik atau kebijakan praktis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya, dan lapisan masyarakat miskin yang secara langsung terkena problem pada khususnya.

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP SIKAP PADA PROFESI GURU SMA NEGERI UJUNG PANDANG

 

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP SIKAP PADA PROFESI GURU SMA NEGERI
UJUNG PANDANG

Andi Sessu, Sessu

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perkembangan sosial yang terkadang sulit diprediksi, profesi kependidikan seakan-akan dihadapkan pada dilema yang kompleks. Di satu pihak, masyarakat pengguna jasa kependidikan menuntut akan kualitas layanan jasa kependidikan secara lebih baik, tetapi di pihak lain para penyandang profesi kependidikan dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Bahkan secara individual mereka dihadapkan pula pada suatu realitas bahwa kesejahteraannya perlu mendapat perhatian khusus. Imbalan jasa kependidikan yang kurang sesuai menurut ukuran kebutuhan hidup realistis masih menjadi topik diskusi keseharian masyarakat. Padahal masyarakat yakin betul bahwa kelangsungan hidup bangsa ini akan sangat ditentukan oleh keberhasilan proses sistem pendidikan.
Yang masih terasa membelenggu pada kalangan pendidikan antara lain “gelar pahlawan tanpa tanda jasa” bagi para guru di Indonesia. Apalah artinya sebuah gelar sebagus itu jika tidak memberi jaminan hidup yang layak bagi para guru.
Dalam kegiatan proses Belajar Mengajar, guru merupakan pelaku yang ikut menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam pendidikan.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perkembangan sosial yang terkadang sulit diprediksi, profesi kependidikan seakan-akan dihadapkan pada dilema yang kompleks. Di satu pihak, masyarakat pengguna jasa kependidikan menuntut akan kualitas layanan jasa kependidikan secara lebih baik, tetapi di pihak lain para penyandang profesi kependidikan dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Bahkan secara individual mereka dihadapkan pula pada suatu realitas bahwa kesejahteraannya perlu mendapat perhatian khusus. Imbalan jasa kependidikan yang kurang sesuai menurut ukuran kebutuhan hidup realistis masih menjadi topik diskusi keseharian masyarakat. Padahal masyarakat yakin betul bahwa kelangsungan hidup bangsa ini akan sangat ditentukan oleh keberhasilan proses sistem pendidikan.
Yang masih terasa membelenggu pada kalangan pendidikan antara lain “gelar pahlawan tanpa tanda jasa” bagi para guru di Indonesia. Apalah artinya sebuah gelar sebagus itu jika tidak memberi jaminan hidup yang layak bagi para guru.
Dalam kegiatan proses Belajar Mengajar, guru merupakan pelaku yang ikut menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam pendidikan.

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

SURVEI KEPUASAN ALUMNI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS TAHUN 2016

 

SURVEI KEPUASAN ALUMNI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS TAHUN 2016

Andi Sessu, Sessu

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tingkat kepuasan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan hasil untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa dari empat program studi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka.
Penelitian ini dibatasi dengan ruang lingkup mengenai kepuasan alumni Program studi Akuntansi S-1, Manajemen S-1 dan Akuntansi/Perpajakan D3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UHAMKA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan alumni terhadap kualitas mutu penyelengaraan pendidikan yang telah mereka terima secara menyeluruh baik pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan sarana prasarana serta kompetensi yang diperoleh alumni.
Berdasarkan latar belakang masalah dan ruang lingkup penelitian, rumusan penelitian masalah ini adalah “Bagaimana tingkat kepuasan alumni Prodi Akuntansi S1, Manajemen S1, Perpajakan dan Akuntansi D3Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka tahun lulusan 2016/2017terhadap pimpinan, dosen, pelayanan tenaga kependidikan, serta ketersediaan sarana dan prasarana perkuliahan”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tingkat kepuasan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan hasil untuk mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa dari empat program studi yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka.
Penelitian ini dibatasi dengan ruang lingkup mengenai kepuasan alumni Program studi Akuntansi S-1, Manajemen S-1 dan Akuntansi/Perpajakan D3, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), UHAMKA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kepuasan alumni terhadap kualitas mutu penyelengaraan pendidikan yang telah mereka terima secara menyeluruh baik pimpinan, dosen, tenaga kependidikan dan sarana prasarana serta kompetensi yang diperoleh alumni.
Berdasarkan latar belakang masalah dan ruang lingkup penelitian, rumusan penelitian masalah ini adalah “Bagaimana tingkat kepuasan alumni Prodi Akuntansi S1, Manajemen S1, Perpajakan dan Akuntansi D3Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka tahun lulusan 2016/2017terhadap pimpinan, dosen, pelayanan tenaga kependidikan, serta ketersediaan sarana dan prasarana perkuliahan”.

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP KETERAMPILAN MENGAJAR (TEACHING SKILL) DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMAN 2 MAKASSAR

 

HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TERHADAP
KETERAMPILAN MENGAJAR (TEACHING SKILL)
DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
SMAN 2 MAKASSAR

Andi Sessu, Sessu

Pada era globalisasi sekarang ini bidang pendidikan masih tetap merupakan faktor yang paling dominan dalam pembaharuan dan kemajuan suatu bangsa, terutama kualitas peserta didik. Faktor tersebut harus ditangani secara simultan sebab salah satu tujuan pendidikan dalam membentuk manusia seutuhnya yaitu manusia yang berkuaiitas dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Upaya untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan dengan segala konsekuensinya dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakat tersebut merupakan tugas yang berat bagi kita semua, seirama makin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hal ini pada kenyataannya sangat membutuhkan proses terencana secara mapan. Keterkaitan dalam arti kerjasama antara komponen-komponen yang terlibat didalamnya sangat diprioritaskan. Seorang guru selalu mengharapkan agar bahan pelajaran yang disampaikan dapat dikuasai siswa secara tuntas. Ini merupakan masa yang sulit dirasakan oleh para guru. Kesulitan ini dikarenakan peserta didik yang dihadapi bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya tetapi mereka juga sebagai masyarakat sosial dengan latar belakang yang berbeda

Pada era globalisasi sekarang ini bidang pendidikan masih tetap merupakan faktor yang paling dominan dalam pembaharuan dan kemajuan suatu bangsa, terutama kualitas peserta didik. Faktor tersebut harus ditangani secara simultan sebab salah satu tujuan pendidikan dalam membentuk manusia seutuhnya yaitu manusia yang berkuaiitas dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Upaya untuk mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan dengan segala konsekuensinya dalam rangka meningkatkan kualitas masyarakat tersebut merupakan tugas yang berat bagi kita semua, seirama makin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi hal ini pada kenyataannya sangat membutuhkan proses terencana secara mapan. Keterkaitan dalam arti kerjasama antara komponen-komponen yang terlibat didalamnya sangat diprioritaskan. Seorang guru selalu mengharapkan agar bahan pelajaran yang disampaikan dapat dikuasai siswa secara tuntas. Ini merupakan masa yang sulit dirasakan oleh para guru. Kesulitan ini dikarenakan peserta didik yang dihadapi bukan hanya sebagai individu dengan segala keunikannya tetapi mereka juga sebagai masyarakat sosial dengan latar belakang yang berbeda

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

EVALUASI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KAWASAN TRANSMIGRASI MINAHASA TENGGARA

 

EVALUASI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
KAWASAN TRANSMIGRASI MINAHASA TENGGARA

Andi Sessu, Sessu

Perencanaan adalah suatu proses yang menjembatani antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan di masa mendatang. Oleh sebab itu untuk mencapai hasil yang diinginkan perlu rencana dan disusun sebelum melaksanakan suatu tindakan. Dalam pengertian manajemen perencanaan berarti proses pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Berdasarkan jangka waktunya perencanaan dapat dibagi menjadi jangka panjang, menengah dan pendek. Perencanaan teknis pengembangan masyarakat adalah uraian rencana kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi di kawasan transmigrasi, baik dalam lingkup WPT maupun LPT yang perlu dilaksanakan untuk mencapai suatu sasaran dalam setiap tahapan, selanjutnya akan menjadi acuan pelaksanaan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi dan lingkungan permukiman transmigrasi. Penyusunan rencana taknis pengembangan masyarakat berisi berbagai rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pengembangan masyarakat untuk mancapai tahap pengembangan (development stage) dan tahap pemantapan (establishment stage).

Perencanaan adalah suatu proses yang menjembatani antara kondisi saat ini dengan kondisi yang diinginkan di masa mendatang. Oleh sebab itu untuk mencapai hasil yang diinginkan perlu rencana dan disusun sebelum melaksanakan suatu tindakan. Dalam pengertian manajemen perencanaan berarti proses pengambilan keputusan dari sejumlah pilihan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki. Berdasarkan jangka waktunya perencanaan dapat dibagi menjadi jangka panjang, menengah dan pendek. Perencanaan teknis pengembangan masyarakat adalah uraian rencana kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi di kawasan transmigrasi, baik dalam lingkup WPT maupun LPT yang perlu dilaksanakan untuk mencapai suatu sasaran dalam setiap tahapan, selanjutnya akan menjadi acuan pelaksanaan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat transmigrasi dan lingkungan permukiman transmigrasi. Penyusunan rencana taknis pengembangan masyarakat berisi berbagai rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pengembangan masyarakat untuk mancapai tahap pengembangan (development stage) dan tahap pemantapan (establishment stage).

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

EVALUASI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KAWASAN PROYEK PRA PRODUKSI PANAS BUMI SARULLA

 

EVALUASI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT
KAWASAN PROYEK PRA PRODUKSI PANAS
BUMI SARULLA

Andi Sessu, Sessu

Program Pengembangan Masyarakat di sektor energi khususnya sumberdaya panas bumi merupakan wujud internalisasi dari biaya eksternalitas yang timbul sebagai akibat dari pemanfaatan sumberdaya. Bentuk internalisasi biaya dimaksudkan bahwa biaya sosial yang ditanggung masyarakat karna adanya pengusahaan sumberdaya panas bumi dialihkan menjadi biaya internal yang ditanggung sepenuhnya oteh perusahaan.
Seperti pengalaman selama ini banyak perusahaan tarnbang yang beroperasi banyak menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran, polusi dan dampak tain yang merugikan masyarakat yang pada gitirannya akan menimbulkan biaya sosial yang tinggi. Perusahaan penambangan seperti ini banyak mengeruk hasil tarnbang dengan keuntungan yang berlimpah tetapi mengabaikan kelestarian lingkungan, mengabaikan masyarakat sekitar yang akhirnya akan memicu terjadinya konflik.
Era penambangan dan pemanfaatan energi panas bumi yang syarat dengan mekanisme pasar yang kapitalistik berakhir dengan diundangkannya Undang-Undang Rl Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi berikut Peraturan Pemerintah Rl Nomor 59 Tahun 2007, Tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi. Tata cara pengusahaan, tanggungjawab, hak dan kewajiban pengusaha maupun kewenangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten / Kota termasuk kewajiban untuk memajukan masyarakat sekitar diatur secara jelas dalam Undang-Undang dan Peraturan Pelaksanaannya.

Program Pengembangan Masyarakat di sektor energi khususnya sumberdaya panas bumi merupakan wujud internalisasi dari biaya eksternalitas yang timbul sebagai akibat dari pemanfaatan sumberdaya. Bentuk internalisasi biaya dimaksudkan bahwa biaya sosial yang ditanggung masyarakat karna adanya pengusahaan sumberdaya panas bumi dialihkan menjadi biaya internal yang ditanggung sepenuhnya oteh perusahaan.
Seperti pengalaman selama ini banyak perusahaan tarnbang yang beroperasi banyak menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran, polusi dan dampak tain yang merugikan masyarakat yang pada gitirannya akan menimbulkan biaya sosial yang tinggi. Perusahaan penambangan seperti ini banyak mengeruk hasil tarnbang dengan keuntungan yang berlimpah tetapi mengabaikan kelestarian lingkungan, mengabaikan masyarakat sekitar yang akhirnya akan memicu terjadinya konflik.
Era penambangan dan pemanfaatan energi panas bumi yang syarat dengan mekanisme pasar yang kapitalistik berakhir dengan diundangkannya Undang-Undang Rl Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi berikut Peraturan Pemerintah Rl Nomor 59 Tahun 2007, Tentang Kegiatan Usaha Panas Bumi. Tata cara pengusahaan, tanggungjawab, hak dan kewajiban pengusaha maupun kewenangan Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten / Kota termasuk kewajiban untuk memajukan masyarakat sekitar diatur secara jelas dalam Undang-Undang dan Peraturan Pelaksanaannya.

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

ANALISIS PERMINTAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN DI SULAWESI SELATAN

 

ANALISIS PERMINTAAN AIR MINUM DALAM KEMASAN DI SULAWESI SELATAN

Andi Sessu, Sessu

Air merupakan salah satu kebutuhan hidup yang paling penting. Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung dengan baik. Air termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui oleh alam, tetapi kenyataan menunjukkan bahwa ketersediaan air, terutama air bersih tidak pernah dapat mencukupi secara maksimal.
Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, akses terhadap air bersih sering menjadi masalah. Pesatnya pembangunan diberbagai sektor dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, memerlukan air dalam jumlah yang besar, yang sering kali tidak tersedia. Kualitas air pun saat ini menjadi masalah serius, terutama karena pencemaran. Masuknya bahan pencemar ke dalam air menyebabkan kualitas air menurun sehingga tidak lagi layak digunakan untuk keperluan air minum.
Peranan air minum dalam kehidupan sangat menunjang dalam hal perbaikan kesehatan tubuh, olehnya itu air minum yang akan dikomsumsi hams betul-betul air yang tidak terkontaminasi dengan polusi. Dengan perkembangan pembangunan sarana, industri, pertambangan dan kegiatan pembangunan lainnya di samping dampak positif juga dampak negatif susah dihindari, misalnya limbah industri, polusi udara, mercuri penambangan emas, yang bisa mencemari air bersih

Air merupakan salah satu kebutuhan hidup yang paling penting. Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung dengan baik. Air termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui oleh alam, tetapi kenyataan menunjukkan bahwa ketersediaan air, terutama air bersih tidak pernah dapat mencukupi secara maksimal.
Di Indonesia, terutama di kota-kota besar, akses terhadap air bersih sering menjadi masalah. Pesatnya pembangunan diberbagai sektor dan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi, memerlukan air dalam jumlah yang besar, yang sering kali tidak tersedia. Kualitas air pun saat ini menjadi masalah serius, terutama karena pencemaran. Masuknya bahan pencemar ke dalam air menyebabkan kualitas air menurun sehingga tidak lagi layak digunakan untuk keperluan air minum.
Peranan air minum dalam kehidupan sangat menunjang dalam hal perbaikan kesehatan tubuh, olehnya itu air minum yang akan dikomsumsi hams betul-betul air yang tidak terkontaminasi dengan polusi. Dengan perkembangan pembangunan sarana, industri, pertambangan dan kegiatan pembangunan lainnya di samping dampak positif juga dampak negatif susah dihindari, misalnya limbah industri, polusi udara, mercuri penambangan emas, yang bisa mencemari air bersih

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

ANALISIS PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BIAYA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR PROVINSI SULAWESI UTARA DI MANADO

 

ANALISIS PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DAN BIAYA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR PROVINSI SULAWESI UTARA DI MANADO

Andi Sessu, Sessu

Sulawesi Utara sebagai salah satu propinsi yang ada di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia diharapkan untuk berupaya manggali dan
meningkatkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pendapatan Asli Daerah adalah bertujuan memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi.
Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah yang dapat menunjang keuangan daerah dalam rangka Otonomi Daerah (OTODA) adalah Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB).
Pajak kendaraan bermotor adalah pajak yang dipungut atas kepemilikan dan atau penguasaan kendaraan bermotor, tidak termasuk kepemilikan atau penguasaan kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besat yang tidak digunakan sebagai alat angkutan orang dan atau barang di jalan umum. Sedangkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor adalah bea yang dipungut oleh daerah atas setiap penyerahan kendaraan bermotor dalam hak milik.

Sulawesi Utara sebagai salah satu propinsi yang ada di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia diharapkan untuk berupaya manggali dan
meningkatkan sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pendapatan Asli Daerah adalah bertujuan memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah sebagai perwujudan desentralisasi.
Salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah yang dapat menunjang keuangan daerah dalam rangka Otonomi Daerah (OTODA) adalah Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB-BBNKB).
Pajak kendaraan bermotor adalah pajak yang dipungut atas kepemilikan dan atau penguasaan kendaraan bermotor, tidak termasuk kepemilikan atau penguasaan kendaraan bermotor alat-alat berat dan alat-alat besat yang tidak digunakan sebagai alat angkutan orang dan atau barang di jalan umum. Sedangkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor adalah bea yang dipungut oleh daerah atas setiap penyerahan kendaraan bermotor dalam hak milik.

Silahkan Unduh Disini!

Categories
Repository

ANALISIS HUBUNGAN PRODUKSI, VOLUME KONSUMEN, IMPOR GULA PASIR DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEMPATAN KERJA DI INDONESIA

 

ANALISIS HUBUNGAN PRODUKSI, VOLUME KONSUMEN, IMPOR
GULA PASIR DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEMPATAN
KERJA DI INDONESIA

Andi Sessu, Sessu

Masalah yang dihadapi di Indonesia dari beberapa priode yang lalu hingga saat ini: pertumbuhan angkatan kerja yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan cukup tinggi. Industri pengolahan khususnya industri gula pasir sangat potensial dikembangkan. dengan, konsep agar dapat meningkatkan ekspor dan menurunkan impor sehingga dapat berdampak terhadap kesempatan kerja, tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan di Indonesia. Dari data – data hasil pengamatan penduduk pada tahun 2008 sampai tahun 2010 semakin meningkat, data pengangguran tahun 2008 sampai tahun 2010 semakin menurun tetapi masih cukup tinggi, data penduduk miskin tahun 2007 sampai tahun 2009 semakin menurun tetapi masih cukup tinggi, data penduduk yang bekerja pada industri pengolahan tahun 2007 sampai tahun 2009 semakin meningkat sedangkan data dari tahun 2001 sampasi tahun 2009 volume produksi semakin meningkat, tingkat konsumsi semakin meningkat dan impor juga cukup tinggi manunjukkan bahwa produksi gula pasir belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri masih harus mengimpor berkisai rata-rata ± 50 % setiap tahun atau dapat juga disimpulkan bahwa neraca perdagangan khususnya komoditi gula pasir di Indonesia berada dalam keadaan sangat pasif atau perekonomian tidak menguntungkan karena nilai impor masih jauh lebih tinggi dari pada ekspor. Hasil analisis data pada tahun 2009 angka kesempatan kerja pada industri pengolahan sebesar 10,88 %, pada tahun 2010 mengenai angka kesempatan keja = 92,59 %, tingkat penyerapan angkatan kerja 77,96 %, angka partisipasi angkatan kerja 67,83 %, angka pengangguran 7,41 %, angka kesempatan kerja pada industry gula pasir 0,06 % masing-masing dari jumlah penduduk Indonesia. Data lahan tidak poduktif masih cukup luas bisa untuk perkebunan tebu. Dengan data-data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sangat potensial di kembangkan investasi industri gula pasir di Indonesia sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, bisa meningktkan ekspor, menurunkan impor gula pasir yang sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan kesempatan kerja, penurunan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan di Indonesia.

Masalah yang dihadapi di Indonesia dari beberapa priode yang lalu hingga saat ini: pertumbuhan angkatan kerja yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan cukup tinggi. Industri pengolahan khususnya industri gula pasir sangat potensial dikembangkan. dengan, konsep agar dapat meningkatkan ekspor dan menurunkan impor sehingga dapat berdampak terhadap kesempatan kerja, tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan di Indonesia. Dari data – data hasil pengamatan penduduk pada tahun 2008 sampai tahun 2010 semakin meningkat, data pengangguran tahun 2008 sampai tahun 2010 semakin menurun tetapi masih cukup tinggi, data penduduk miskin tahun 2007 sampai tahun 2009 semakin menurun tetapi masih cukup tinggi, data penduduk yang bekerja pada industri pengolahan tahun 2007 sampai tahun 2009 semakin meningkat sedangkan data dari tahun 2001 sampasi tahun 2009 volume produksi semakin meningkat, tingkat konsumsi semakin meningkat dan impor juga cukup tinggi manunjukkan bahwa produksi gula pasir belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri masih harus mengimpor berkisai rata-rata ± 50 % setiap tahun atau dapat juga disimpulkan bahwa neraca perdagangan khususnya komoditi gula pasir di Indonesia berada dalam keadaan sangat pasif atau perekonomian tidak menguntungkan karena nilai impor masih jauh lebih tinggi dari pada ekspor. Hasil analisis data pada tahun 2009 angka kesempatan kerja pada industri pengolahan sebesar 10,88 %, pada tahun 2010 mengenai angka kesempatan keja = 92,59 %, tingkat penyerapan angkatan kerja 77,96 %, angka partisipasi angkatan kerja 67,83 %, angka pengangguran 7,41 %, angka kesempatan kerja pada industry gula pasir 0,06 % masing-masing dari jumlah penduduk Indonesia. Data lahan tidak poduktif masih cukup luas bisa untuk perkebunan tebu. Dengan data-data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa sangat potensial di kembangkan investasi industri gula pasir di Indonesia sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, bisa meningktkan ekspor, menurunkan impor gula pasir yang sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan kesempatan kerja, penurunan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan di Indonesia.

Silahkan Unduh Disini!